Archive for June, 2007

Downgrading versi gcc

Maaf langsung saja…
Berdasarkan kebutuhan instalasi paket, gw kudu downgrade gcc dari versi standar feisty (versi 4) menjadi versi 3.3

msdarmawan@mc7:~$ sudo aptitude install gcc-3.3 g++-3.3
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
Reading extended state information
Initializing package states... Done
Building tag database... Done
dst...
Selecting previously deselected package g++-3.3.
Unpacking g++-3.3 (from .../g++-3.3_1%3a3.3.6-15ubuntu1_i386.deb) ...
Setting up cpp-3.3 (3.3.6-15ubuntu1) ...
Setting up gcc-3.3 (3.3.6-15ubuntu1) ...
Setting up libstdc++5-3.3-dev (3.3.6-15ubuntu1) ...
Setting up g++-3.3 (3.3.6-15ubuntu1) ...


msdarmawan@mc7:~$ sudo update-alternatives --install /usr/bin/gcc gcc /usr/bin/gcc-4.1 40 --slave /usr/bin/g++ g++ /usr/bin/g++-4.1
msdarmawan@mc7:~$ sudo update-alternatives --install /usr/bin/gcc gcc /usr/bin/gcc-3.3 60 --slave /usr/bin/g++ g++ /usr/bin/g++-3.3
msdarmawan@mc7:~$ sudo update-alternatives --config gcc


There are 2 alternatives which provide `gcc'.

Selection Alternative
-----------------------------------------------
1 /usr/bin/gcc-4.1
*+ 2 /usr/bin/gcc-3.3

Press enter to keep the default[*], or type selection number:
msdarmawan@mc7:~$ gcc --version
gcc (GCC) 3.3.6 (Ubuntu 1:3.3.6-15ubuntu1)
Copyright (C) 2003 Free Software Foundation, Inc.
This is free software; see the source for copying conditions. There is NO
warranty; not even for MERCHANTABILITY or FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE.

Beres dah…

Powered by ScribeFire.

Leave a comment »

My deployed software…

Walopun udah cukup lama, tapi pengen nulis dikit aja…
Proyek pembuatan software untuk klien yang dah pernah di deploy adalah :

1. aplikasi payroll

2. aplikasi sms server

Dua-duanya make vb versi enam…
Untuk aplikasi payroll dah deploy di dua instansi, nah yang untuk sms server juga sama deng… di dua instansi… :D antara payroll dan sms server beda lho ya instansinya…

Next, mudah2an sedikit2 bisa di upload codingnya disini…

Powered by ScribeFire.

Leave a comment »

Tuhan Sembilan Senti

Sajak ini gw dapet dari milis tisda-net, bagus…

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi
tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang
bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang
merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di
andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa
bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang
yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam
menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok, di kafe di
diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan
abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang
bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak
ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan
asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan
penyakitnya.

Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin
paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung
menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan
kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor
perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok
merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh
orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat
ramah bagi orang perokok,

tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak
merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam
menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama
terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah
fatwa.

Mereka ulama ahli hisap.

Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip
berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana
dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak
kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma
sedikit yang memegang dengan tangan kiri.

Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul
yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.

Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya
ustadz.

Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.

Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.

Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.

25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging
khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya
rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu
‘alayhimul khabaaith.

Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman
Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi
belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.

Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya
jadi
dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan
ini.

Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang
kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.

Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.

Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada
yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi
pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit
rokok.

Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban
kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana
banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah
korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu
sangat berkuasa di negara kita,

jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan
celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak
perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat

lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan
ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala
ini.

Taufiq Ismail.

Powered by ScribeFire.

Leave a comment »

Update source.list secara cepat…

Mau menambahkan sumber repo ke dalam source.list secara cepat ?
Gak perlu melalui proses gksudo gedit, paste, save, close lagi…
cukup lakukan :

sudo su -c 'echo deb http://linknya.disini feisty main >> /etc/apt/sources.list'
wget -q http://linknya.key.disini -O- | sudo apt-key add - && sudo apt-get update

Ganti http://linknya.disini dengan lokasi repo, dan ganti http://linknya.key.disini dengan lokasi key.
Pastikan tanda petik tunggalnya bener… kalo enggak, bakalan permission denied.
Contoh berikut adalah untuk menambahkan repo ubuntu studio didapatkan dari sini.

sudo su -c 'echo deb http://archive.ubuntustudio.org/ubuntustudio feisty main >> /etc/apt/sources.list'
wget -q http://archive.ubuntustudio.org/ubuntustudio.gpg -O- | sudo apt-key add - && sudo apt-get update

cepat toh… :D

Powered by ScribeFire.

Leave a comment »

Sda berubah menjadi hda ?

Apa pula itu ?
Bingung sekali pas gw gak nemuin drive sda di desktop lagi. Kejadiannya setelah melakukan update berdasarkan notification update.

Ditelusuri dengan ngeliat configurasi /etc/fstab dulu

$ sudo vim /etc/fstab
# Generated by Automatix
/dev/sdb1 /media/sdb1 vfat iocharset=utf8,umask=000 0 0
/dev/sda1 /media/sda1 ntfs-3g defaults,locale=en_US.utf8 0 0
/dev/sda5 /media/sda5 ntfs-3g defaults,locale=en_US.utf8 0 0
## End of Automatix mounted partitions

terus liat apa sda masih ada ???

msdarmawan@msdtux:~$ dmesg | grep sda
[ 33.428000] SCSI device sda: 501760 512-byte hdwr sectors (257 MB)
[ 33.428000] sda: Write Protect is off
[ 33.428000] sda: Mode Sense: 00 3a 00 00
[ 33.428000] SCSI device sda: write cache: disabled, read cache: enabled, doesn't support DPO or FUA
[ 33.428000] SCSI device sda: 501760 512-byte hdwr sectors (257 MB)
[ 33.428000] sda: Write Protect is off
[ 33.428000] sda: Mode Sense: 00 3a 00 00
[ 33.428000] SCSI device sda: write cache: disabled, read cache: enabled, doesn't support DPO or FUA
[ 33.428000] sda: sda1
[ 33.436000] sd 0:0:0:0: Attached scsi removable disk sda

Loh koq cuma sda1… yang lain kemana neeh ??? (sdb1, sda5). Itupun sda1nya sudah berubah type menjadi vfat, padahal kalo liat di fstab seharusnya ntfs.

msdarmawan@msdtux:~$ blkid /dev/sda1
/dev/sda1: UUID="45ED-A368" TYPE="vfat"

Hmmm… coba liat, kalo hda ada nggak ?

msdarmawan@msdtux:~$ dmesg | grep hda
[ 30.634544] ide0: BM-DMA at 0x1810-0x1817, BIOS settings: hda:DMA, hdb:pio
[ 30.925464] hda: HITACHI_DK23EA-40, ATA DISK drive
[ 8.840000] hda: max request size: 128KiB
[ 8.860000] hda: 78140160 sectors (40007 MB) w/2048KiB Cache, CHS=65535/16/63, UDMA(100)
[ 8.860000] hda: cache flushes supported
[ 8.860000] hda: hda1 hda2 < hda5 hda6 > hda3 hda4
[ 34.256000] EXT3 FS on hda3, internal journal
[ 34.540000] EXT3 FS on hda6, internal journal

msdarmawan@msdtux:~$ blkid /dev/hda1
/dev/hda1: TYPE="ntfs"
msdarmawan@msdtux:~$ blkid /dev/hda2
msdarmawan@msdtux:~$ blkid /dev/hda5
/dev/hda5: TYPE="ntfs"
msdarmawan@msdtux:~$ blkid /dev/hda4
/dev/hda4: UUID="e0e19bd0-c4e7-4b1c-94bd-e2201d41e50e" TYPE="swap"

Wah, kayaknya mulai ketemu neeh titik cerahnya…
Berdasarkan informasi dari mas Andy Apdhani ¨imtheface¨, para pengembang ubuntu tidak menyarankan penggunaan automatix.

Automatix2 is a proprietary script that tries to install some software, and
often fails and breaks systems. The Ubuntu community doesn't provide support for
it, and we strongly discourage its use. Problems caused by Automatix are often
hard to track and solve, and it might sometimes be easier to install a fresh
copy of Ubuntu.

Padahal pas pertama cobain automatix, lumayan memudahkan sebenernya, diliat dari segi instalasi ntfs, codec multimedia, dst… tapi koq gak dianjurin ya ??? :(
Disamping itu, default ubuntu sudah tidak menggunakan format /dev/hda? lagi di fstab-nya, tapi menggunakan UUID.

Muncul masalah lagi… UUID enggak muncul pada sistem ntfs kalo menggunakan perintah blkid… tapi… lagi-lagi mas imtheface ngebantuin gw… gunakan perintah berikut :

msdarmawan@msdtux:~$ sudo vol_id -i /dev/hda1
ID_FS_USAGE=filesystem
ID_FS_TYPE=ntfs
ID_FS_VERSION=3.1
ID_FS_UUID=9A24EE2424EE035D
ID_FS_LABEL=
ID_FS_LABEL_SAFE=
msdarmawan@msdtux:~$ sudo vol_id -i /dev/hda5
ID_FS_USAGE=filesystem
ID_FS_TYPE=ntfs
ID_FS_VERSION=3.1
ID_FS_UUID=24AC9E54AC9E1FFA
ID_FS_LABEL=DATA
ID_FS_LABEL_SAFE=DATA

Akhirnya….
Gw commented /etc/fstab yang automatically created dari automatix, dan gw ganti menjadi :

msdarmawan@msdtux:~$ sudo vim /etc/fstab
# Generated by Automatix
#/dev/sdb1 /media/sdb1 vfat iocharset=utf8,umask=000 0 0
#/dev/sda1 /media/sda1 ntfs-3g defaults,locale=en_US.utf8 0 0
#/dev/sda5 /media/sda5 ntfs-3g defaults,locale=en_US.utf8 0 0
## End of Automatix mounted partitions

#/dev/hda1
UUID=9A24EE2424EE035D /media/sda1 ntfs-3g defaults,locale=en_US.utf8 0 0
#/dev/hda5
UUID=24AC9E54AC9E1FFA /media/sda5 ntfs-3g defaults,locale=en_US.utf8 0 0
gksu
msdarmawan@msdtux:~$ sudo mount -a

Hahaha… puas rasane…
Everythings back to normal… thanks to Andy Apdhani imtheface.

Sedikit tambahan,
untuk mengaktifkan support read/write NTFS baik eksternal/Internal HDD, bisa pake paket ntfs-config

msdarmawan@msdtux:~/download$ sudo aptitude install ntfs-config
msdarmawan@msdtux:~/download$ gksu ntfs-config

That´s all folks…

Powered by ScribeFire.

Comments (1) »